FIFA Rencakanan Perluas Jangkauan Penerapan VAR pada Putusan Corner dan Kartu Kuning
DECIMALNEWS.com – Federasi Sepakbola FIFA kembali mewacanakan perluasan penerapan VAR dalam pertandingan. Salah satu yang mengemuka tentang peninjauan pemberian sepak pojok dan kartu kuning oleh wasit, Kamis (04/12/2025).
FIFA memang mendapat usulan, pasalnya VAR sejauh ini hanya mencakup empat tinjauan area utama: yaitu komplain atas gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.
Namun begitu FIFA saat ini sedang menguji usulan penambahan penerapan VAR tersebut, dimana nantinya akan menambah objektifitas pada Piala Dunia 2026.
Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB) telah menggelar rapat pada Oktober lalu dan mencapai kesepakatan bahwa cakupan VAR bisa diperluas.
Hanya saja para petinggi Liga termasuk di Eropa menolak.
VAR bisa intervensi sepak pojok?
Menurut BBC Sport, FIFA akan secara agresif mendorong penggunaan VAR untuk mengecek keputusan sepak pojok di Piala Dunia 2026, meski sebelumnya liga-liga domestik sudah menolak aturan tersebut diterapkan di semua kompetisi.
IFAB sendiri selaku badan yang menyusun Laws of the Game telah menggelar rapat pada Oktober kemarin, dan menyepakati bahwa VAR dapat memeriksa kartu kuning yang diberikan secara keliru, yang dapat berujung pada kartu merah. Namun, usulan untuk meninjau tendangan sudut belum dapat disepakati.
Penolakan itu membuat IFAB kini harus menjalankan uji coba besar-besaran di berbagai negara sebelum aturan tersebut bisa resmi diberlakukan di Piala Dunia tahun depan.
Wasit Legendaris Collina Upayakan Uji Coba
Pierluigi Collina yang merupakan mantan wasit legendaris yang kini menjabat ketua komite wasit FIFA mendukung perubahan ini sebagai bagian dari evaluasi lebih luas terkait protokol VAR.
Untuk mendukung argumennya, ia mengutip insiden di final Euro 2016, ketika Portugal mendapat tendangan bebas secara keliru akibat handball di tepi kotak penalti pada masa perpanjangan waktu. Keputusan itu hampir berujung gol.
IFAB akan menggelar pertemuan berikutnya pada Januari untuk melanjutkan diskusi mengenai perubahan tersebut.
Petinggi liga menolak perluasan penggunaan VAR
Salah satu kekhawatiran terbesar liga-liga dunia adalah bahwa penggunaan VAR yang berlebihan dapat memperparah waktu yang terbuang. Mark Bullingham, CEO PSSI-nya Inggris (FA) sekaligus anggota IFAB, menegaskan kepada BBC Sport bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk wacana tersebut.
“Kami rasa tidak ada kebutuhan untuk memperluas penggunaan VAR. Diskusi tentang apa itu VAR dan bagaimana arahnya ke depan memang terjadi secara rutin di IFAB. Namun posisi kami adalah sistem yang ada saat ini sudah berada di tempat yang baik.”
“Tentu saja, jika seseorang membawa sebuah usulan untuk dipertimbangkan oleh IFAB, maka sebagai kelompok kami akan mempertimbangkannya. Namun sebagai kelompok, kami tidak serta merta merasa bahwa VAR perlu diperluas saat ini. Kami pikir model saat ini saja sudah cukup sering menginterupsi pertandingan” ungkapnya.
Mungkinkah VAR diperluas?
Aspek penting dalam Laws of the Game yang berlaku di semua level adalah wasit tidak bisa mengubah keputusan melanjutkan pertandingan (restart) setelah permainan berjalan. Artinya, begitu tendangan sudut dieksekusi dan bola hidup, pertandingan harus diteruskan. Jika aturan baru diterapkan di Piala Dunia, setiap sepak pojok harus ditinjau oleh VAR, meski pada sebagian besar kasus keputusannya akan cukup jelas.
Insan sepakbola dunia baik itu pemain, pelatih, hingga penggemar bakal menunggu apakah FIFA akan mendapat lampu hijau untuk membawa perubahan besar ini ke Piala Dunia. Sebelum itu, uji coba menyeluruh harus dilakukan demi memastikan bahwa sistem benar-benar siap dan bebas dari celah. (Redaksi)

