MBG Dongkrak Signifikan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sidrap
Decimalnews.com – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak paling signifikan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto. Program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata.
Hal ini disampaikan Bupati Syaharuddin Alrif dalam sambutannya pada acara Pengarahan dan Evaluasi Mitra dan Yayasan oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Program MBG, Brigjen TNI Rudi Setiawan, yang digelar di Hotel Sidny, Rabu (25/02) lalu.
Menurut Syaharuddin, sebelum program MBG berjalan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap berada di kisaran 4 persen. Namun setelah implementasi program, pertumbuhan tersebut melonjak menjadi 6 hingga 7 persen.
“Kami evaluasi, setelah setahun ini anak-anak sekolah cepat besar dan cepat tinggi. Saya juga yakin angka stunting menurun. Sekarang stunting di Kabupaten Sidrap turun ke nomor dua terbawah di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Program MBG dinilai memberi manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Selain meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, program ini turut berkontribusi terhadap percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut. Pemerintah Kabupaten Sidrap mencatat capaian signifikan, dengan posisi stunting yang kini berada di peringkat dua terendah di Sulawesi Selatan.
Sebagai salah satu lumbung beras nasional dan sentra peternakan ayam petelur, Sidrap memiliki keunggulan komoditas pangan yang melimpah. Produksi telur bahkan disebut-sebut menjadi penentu harga telur di kawasan Indonesia Timur.
Sejak program MBG berjalan, kebutuhan bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meningkat tajam. SeluruhSebagian besar SPPG, termasuk yang berada di Parepare, mencari pasokan beras, telur, dan ayam dari Sidrap.
Sebelum MBG berjalan, produksi telur di Sidrap tercatat sekitar 4,4 juta butir per hari. Kini angkanya meningkat menjadi 5 hingga 6 juta butir per hari. Kenaikan ini menunjukkan perputaran ekonomi yang semakin kuat di sektor pertanian dan peternakan.
“Semakin lancar MBG, kami sangat senang karena semua komoditas kami laku. Beras, telur, ayam sangat pesat,” tambah Syaharuddin.
Saat ini, dari total 33 titik SPPG yang disiapkan di Kabupaten Sidrap, sebanyak 27 unit telah beroperasi. Pemerintah daerah optimistis, ketika seluruh titik aktif, dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan akan semakin besar.
Dengan sinergi antara program nasional dan potensi unggulan daerah, Kabupaten Sidrap menunjukkan bagaimana kebijakan pangan dan gizi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (NP)

