Pete-pete Laut untuk Warga Pulau di Makassar Akhirnya Beroperasi
DECIMALNEWS.com – Pete-pete laut yang dijanjikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin akhirnya beroperasi. Warga kepulauan di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut secara gratis melalui KM Banawa Nusantara 27.
Wali Kota Makassar itu menegaskan bahwa layanan Pete-pete Laut diberikan secara gratis Layani rute antar jemput masyarakat di pulau.
Menurutnya, transportasi ini bukan semata-mata milik pemerintah, melainkan fasilitas publik yang harus dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh seluruh warga kepulauan.
“Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah,” tegasnya dikutip dari rilis berita Pemkot Makassar, Senin (15/6/2026).
“Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau,” sambung Appi.
Menurutnya, kehadiran moda transportasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat konektivitas wilayah kepulauan dengan daratan.
Selama ini, akses transportasi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat pulau, mulai dari pelajar yang harus menempuh perjalanan ke sekolah, guru yang bertugas di wilayah kepulauan, hingga tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada warga.
Kini, melalui layanan transportasi laut yang beroperasi secara terjadwal dan tanpa biaya, mobilitas masyarakat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
Program ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, serta berbagai layanan publik lainnya yang selama ini terkendala faktor transportasi.
“Selama ini alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan,” jelas Appi.
Saat ini diketahui rute pelayanan dimulai dari Barrang Lompo – Bone Tambu – Lumu-Lumu – Langkai – Lanjukang, lalu kembali ke Barrang Lompo. Layanan ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pelajar, guru, tenaga kesehatan, dan warga pulau. (Red)

